Pengembangansuatu riset dalam perusahaan akan menghasilkan sebuah gagasan atau ide untuk membuat suatu produk, dimana ide tersebut diperoleh dari data yang didapatkan saat riset itu sendiri dilakukan. Dalam riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada, perusahaan harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : akanseperti pada Gambar 3.15 di bawah ini. Gambar 3.15 Pembuatan Database Vuforia Setelah pembuatan database Vuforia berhasil dibuat, hal yang dilakukan selanjutnya yaitu dengan mengunduh database. Setelah database diunduh, maka nantinya akan dimasukkan ke dalam proyek Unity agar dapat digunakan. Kemudian di dalam scenes BlockPlan adalah gambar dua dimensi yang menunjukkan detail dari rencana yang akan dilakukan terhadap sebuah kavling tanah, termasuk rencana jalan, Gambar kerja juga dipakai sebagai acuan saat. mengecek hasil pembangunan di lapangan. Gambar kerja sebagai syarat pembuatan IMB (sumber : designbangun) Sebagaipedoman dapat dilihat pada Tabel 1.1. s/d 1.4. 1.2.2. URUGAN BIASA Bahan urugan biasa harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut : Urugan yang diklasifikasikan sebagai urugan biasa harus terdiri dari tanah yang disetujui oleh Pengawas yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam pekerjaan permanen. Prosespembuatan gambar teknik dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan perangkat lunak perancangan. Sejarah penuangan ide dalam bentuk gambar teknik diawali dengan pembuatan gambar secara manual berupa sket ataupun gambar produk yang akan dibuat secara langsung di kertas gambar. Pada umumnya gambar yang dibuat tersebut terdiri dari Sebaiknyateknik pengairan dilakukan dengan cara irigasi tetesan terutama untuk palawija dan irigasi pada sela-seta larikan. Apabila aire mbung akan digunakan untuk mengairi padi dianjurkan untuk mengairi hanya pada saat-saattertentu, seperti pada stadia primordia, pembungaan dan pengisian bulir padi. Gambar Kerja; Buat Sahabat Yang mAu h9h8r. Sebagian masyarakat yang akan menggunakan jasa arsitek masih bingung bagaimana cara arsitek bekerja, seperti apa proses dan tahapannya, serta produk apa saja yang akan mereka dapatkan saat menggunakan jasa arsitek. Untuk mendapatkan sebuah bangunan yang sesuai dengan visi dan kebutuhan pengguna jasa, memang memerlukan sebuah proses yang panjang dan dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Tahapan ini sangat penting sebab ada kaitannya dengan pembayaran yang harus dilakukan oleh pengguna jasa kepada arsitek. Berikut ini adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilalui apabila menggunakan jasa 1 PengenalanSebelum memulai proses perancangan, arsitek memerlukan informasi dan data dari pengguna jasa yang terkait dengan kebutuhan dan persyaratan pembangunan. Arsitek akan mengeksplorasi visi, tujuan, dan ekspektasi pengguna jasa terhadap proyek. Tahap ini dapat dimanfaatkan oleh pengguna jasa untuk berdiskusi lebih dalam terkait kebutuhan dan harapannya terhadap proyek, termasuk keterbatasan dan kemampuan terkait biaya dan proses pembangunan. Tahapan ini sangat penting sebagai awal mula seluruh proses 2 Konsep RancanganBerdasarkan informasi dan data dari tahap sebelumnya, arsitek melakukan persiapan perancangan yang meliputi pemeriksaan seluruh data serta informasi yang diterima dengan membuat analisis dan pengolahan data yang menghasilkanProgram Rancangan yang disusun berdasarkan pengolahan data primer maupun sekunder serta informasi lain untuk mencapai batasan tujuan proyek serta kendala persyaratan/ketentuan pembangunan yang berlakuKonsep Rancangan yang merupakan dasar pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan semua bidang terkait yang melandasi perwujudan gagasan rancangan yang menampung semua aspek, kebutuhan, tujuan, biaya, dan kendala 3 Pra-Rancangan/Skematik DesainPada tahap ini, arsitek akan menyusun konsep desain makro seperti pola dan gubahan bentuk arsitektur, perkiraan luas lantai, sirkulasi, informasi penggunaan bahan, sistem konstruksi, biaya, dan waktu pelaksanaan pembangunan yang diwujudkan dalam bentuk gambar, diagram, dan laporan tertulis sebagai dasar untuk perancangan kerja arsitek. Image by AdityuwanaTahap 4 Pengembangan RancanganPada tahap ini, arsitek mulai merancang konsep mikro dari proyek sehingga pengguna jasa bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang wujud karakter bangunan nantinya, mulai dari tata letak ruangan, bentuk dan tampilan bangunan, sistem konstruksi dan struktur bangunan, sistem mekanikal-elektrikal, material dan bahan bangunan yang mempertimbangkan nilai manfaat, ketersediaan bahan, konstruksi, dan nilai ekonomi, serta perkiraan biaya konstruksi yang kesemuanya disajikan dalam bentuk gambar-gambar, diagram-diagram sistem, dan laporan tertulis. Tahap 5 Pembuatan Gambar KerjaKonsep rancangan yang terkandung dalam Pengembangan Rancangan pada tahap sebelumnya, diterjemahkan oleh arsitek ke dalam gambar-gambar dan uraian-uraian teknis yang terinci sehingga dapat menjelaskan proses pelaksanaan dan pengawasan konstruksi. Arsitek menyajikan dokumen pelaksanaan dalam bentuk gambar-gambar kerja dan tulisan spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas, lengkap dan teratur, serta perhitungan kuantitas pekerjaan dan perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas, tepat, dan 6 Proses Pengadaan Pelaksana KonstruksiPada tahap ini, arsitek mengolah hasil pembuatan Gambar Kerja ke dalam bentuk format Dokumen Pelelangan yang dilengkapi dengan tulisan Uraian Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan RKS serta Rencana Anggaran Biaya RAB termasuk Daftar Volume Bill of Quantity/BQ. Dokumen-dokumen tersebut dibutuhkan untuk memilih dan menugaskan pelaksana konstruksi, pengawasan pelaksanaan konstruksi serta perhitungan besaran luas dan volume serta biaya pelaksanaan pembangunan yang 7 Pengawasan BerkalaUntuk memastikan bahwa pelaksanaan konstruksi dilakukan sesuai dengan rancangan yang dibuat oleh arsitek, maka arsitek melakukan peninjauan dan pengawasan secara berkala di lapangan. Pada tahap ini, arsitek membantu pengguna jasa dalam merumuskan kebijaksanaan dan memberikan pertimbangan-pertimbangan untuk mendapatkan keputusan tindakan pada saat pelaksanaan konstruksi, khususnya masalah-masalah yang erat kaitannya dengan rancangan yang dibuat oleh garis besar, itulah tahapan pekerjaan arsitek. Tahapan tersebut sifatnya tidak baku, masing-masing arsitek atau penyedia jasa mungkin memiliki tahapan yang berbeda. Yang perlu diingat bahwa, proses perancangan arsitektur adalah sesuatu yang menyenangkan dan menarik baik bagi pengguna jasa dan arsitek, karena melibatkan banyak hal seperti eksplorasi ide, sketsa, gambar, model komputer, serta eksplorasi bahan dan material. Sumber IAI Bali Jenis Gambar Pada Proses Konstruksi Dalam proses pembuatan sebuah bangunan, gambar pada proses konstruksi adalah sebuah acuan atau pegangan untuk bisa mewujudkan sebuah bangunan dengan tepat. Dengan adanya gambar, pengerjaan sebuah bangunan akan lebih terarah. Gambar kerja sendiri berfungsi untuk menyesuaikan berbagai kebutuhan sebuah bangunan dengan disiplin ilmu yang harus diterapkan pada sebuah bangunan. Disiplin ilmu yang harus tertuang pada gambar secara garis besar adalah, arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal dan plumbing. Karena dengan penerapan disiplin ilmu itulah sebuah bangunan nantinya akan berfungsi dengan tepat dan maksimal. Gambar pada proses konstruksi ada beberapa jenis. Hal ini diperlukan karena dalam pengerjaan sebuah bangunan terdapat beberapa proses yang panjang, dan dalam setiap proses memiliki masalah dan kebutuhan pemecahan masalah yang berbeda. Pada setiap jenis gambar, masing-masing harus memiliki sifat yang sesuai dengan proses pengerjaan bangunan yang ingin diinformasikan. Namun secara umum sebuah gambar harus memenuhi kriteria mudah dibaca informatif dan komunikatif dan memiliki sebanyak mungkin informasi yang diperlukan dalam sebuah proses pengerjaan bangunan. Lalu, apa saja jenis gambar pada proses konstruksi ? Berikut adalah beberapa jenisnya. Gambar PerencanaanArchitecture Drawing pada proses kontruksi Ini adalah gambar pertama yang dibuat untuk keperluan pembangunan sebuah bangunan. Perencanaan untuk menuangkan semua ide dan gagasan. Biasanya pembuat ide dan gagasan adalah seorang arsitek atau engineer. Gambar Perencanaan adalah sarana untuk mengkomunikasikan semua ide dan gagasan para perencana tersebut kepada pemilik bangunan owner yang akan dikerjakan. Sehingga gagasan tersebut bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan owner. ini masih berupa gambaran-gambaran umum dan belum memiliki detail-detail yang layak untuk pengerjaan sebuah bangunan, namun gambar ini adalah acuan untuk proses berikutnya. Gambar TenderDrawing For Tender digunakan untuk melakukan pemilihan kontraktor yang akan mengerjakan sebuah bangunan. ini berfungsi sebagai acuan penghitungan volume pekerjaan. Gambar tender harus memiliki informasi-informasi yang komunikatif dan detail terkait dengan berbagai parameter bangunan, mulai dari dimensi dan ukuran sampai dengan jenis material yang digunakan. Informasi-informasi tersebut bertujuan agar para kontraktor bisa mengajukan penawaran harga untuk mengerjakan bangunan tersebut. rumah uniq dan pertama…setiap unitnya posisi hook Info lengkap klik disni Gambar KonstruksiDrawing For Construction proses berikutnya adalah gambar konstruksi drawing for konstruksi. ini adalah penyempurnaan dari gambar tender dan menjadi acuan sebuah kontraktor untuk pelaksanaan pengerjaan sebuah bangunan. ini biasanya terbit setelah proses tender sudah selesai dan kontraktor yang akan mengerjakan bangunan sudah ditentukan. Gambar KerjaShop Drawing dibuat oleh kontraktor sebagai acuan pengerjaan bangunan di lapangan. Informasi pada gambar kerja harus benar-benar detail, informatif dan akurat. Sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan pengerjaan bangunan. Informasi juga harus mudah dibaca oleh pelaksana, mandor, tukang sampai pengawas. juga harus sesuai dengan gambar konstruksi. Dan sebelum digunakan, harus disetujui oleh pihak owner biasanya owner mengirimkan owner representatif atau pengawas. Dalam shop drawing, detail-detail yang ditampilkan bisa sangat-sangat spesifik. Dari mulai dimensi, ukuran dan material. Gambar AktualAs Built Drawing yang terakhir adalah as built drawing yang berisi informasi-informasi aktual dari sebuah bangunan yang sudah selesai dikerjakan. Gambar ini dibuat berdasarkan acuan shop drawing dan beberapa catatan dari pihak pengawas, seperti beberapa perubahan-perubahan yang terjadi pada saat pengerjaan bangunan. ini nantinya berfungsi sebagai acuan untuk owner melakukan perawatan ataupun jika ada renovasi pada bangunan tersebut. Itulah beberapa jenis gambar pada proses konstruksi. Semua diperlukan dan menjadi SOP dalam pengerjaan sebuah bangunan, agar sebuah pengerjaan bangunan bisa lebih terkendali. Sehingga nantinya bangunan yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan. Baca juga rumah di dekat gading serpong citra maja Kegiatan magang yang dilakukan adalah dengan mengamati dan mengikuti mekanisme dan manajemen kerja, manajemen studio serta proses perancangan proyek lanskap. HASIL DAN PEMBAHASAN Terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan magang ini. Fokus pembahasan dilakukan terhadap ; 1. Lembaga SFA secara umum yang meliputi ; struktur organisasi, proses perancangan lanskap yang diterapkan SFA, fasilitas peralatan kerja, aplikasi teknologi informasi, mekanisme survei lapang dan manajemen kerja studio; 2. Proses perancangan proyek lanskap ; 3. Faktor pendukung dan penghambat kegiatan magang. Lembaga PT. Sheils Flynn Asia Secara Umum Struktur Organisasi Melihat dan mempelajari struktur organisasi PT. Sheils Flynn Gambar 2 di dalamnya terdapat beberapa disiplin ilmu terlibat dalam penanganan pekerjaan desain lanskap pada SFA. Staf utama dari disiplin ilmu Arsitektur Lanskap yang didukung dan diperkuat dengan ilmu Arsitektur dan bangunan. Tugas direktur utama Asia dibantu oleh direktur desain dan direktur proyek. Direktur desain bertanggung jawab dalam konsep desain lanskap yang basik ilmu dari Arsitektur Lanskap sedangkan direktur proyek bertugas dalam proses pekerjaan desain terutama distribusi pekerjaan pada staf yang sesuai. Dengan adanya kolaborasi dan modifikasi beberapa disiplin ilmu tersebut, produk yang dihasilkan akan mempunyai kualitas yang lebih baik karena lebih banyak aspek yang diperhitungkan misalnya dari segi aristektur bangunan dan perhitungan konstruksi. Dari jumlah staf yang ada dalam kenyataannya masih belum sebanding dengan banyaknya pekerjaan yang masuk di SFA, khususnya spesifikasi staf bidang lanskap. Sehingga dalam kondisi tertentu ada beberapa staf yang overlap ke dalam beberapa pekerjaan. Tetapi sejauh ini kekurangan pekerja tersebut masih dapat ditangani dengan upaya kerjasama yang cukup baik dan saling membantu diantara semua staf. Proses Perancangan Lanskap di PT. Sheils Flynn Asia SFA mempunyai standar proses perancangan lanskap yang telah ditetapkan. Proses perancangan yang diterapkan oleh SFA meliputi ; a. Tahap Persiapan, tahap ini diawali dengan penyusunan proposal yang mencakup tujuan, penawaran konsep, program serta informasi. b. Tahap 1 Riset dan Analisa RA; tahap ini meliputi kegiatan inventarisasi, melalui survei kondisi fisik, biofisik, sosial serta ekonomi. Kegiatan ini berlanjut pada analisis hasil survei mengenai potensi dan kendala. Tahap ini juga dilakukan review atas master plan yang ada jika memungkinkan dilakukan penyesuaian agar mendapat hasil optimal pada tahap selanjutnya. c. Tahap 2 Konsep Desain CD; tahap ini meliputi proses pembuatan masterplan dan penggambaran atau sketsa ilustrasi pada area-area utama yang vital. d. Tahap 3 Pengembangan Desain DD; tahapan ini terbagi menjadi 2 yaitu 1. Tahap awal sebagai pengembangan desain sampai pada tahap produk Siteplan yang diperkuat dengan beberapa ilustrasi yang memperkuat konsep. 2. Tahap akhir yaitu setelah melalui beberapa review dan diskusi dengan pihak Sheils Flynn United Kingdom, direktur proyek, pimpinan proyek maupun klien dilakukan penyempurnaan Siteplan, detil zonasi, gambar potongan dan panel foto. e. Tahap 4 Pembuatan Gambar Kerja PD; tahapan ini semua konsep, detail rancangan, detail konstruksi telah final disepakati sehingga produk akhir berupa gambar kerja sebagai acuan utama pihak pelaksana kontraktor. Gambar kerja meliputi detail rencana atau rancangan, detail zonasi, detail konstruksi, detail material serta denah penanaman. Tabel 5. Tahapan Proses Perancangan PT. Sheils Flynn Asia Tahapan Proses Perancangan Kegiatan Produk Tahap Persiapan penyusunan proposal proyek proposal tertulis Tahap Riset dan Analisa RA inventarisasi, review master plan, analisis potensi dan kendala fisik, biofisik, sosial-budaya data tertulis, peta inventarisasi, peta analisis potensi dan kendala Tahap Konsep Desain CD usulan konsep desain master/site plan awal dan hasil review, gambar ilustrasi sketsa dan 3D image Tahap Pengembangan Desain DD tahap awal pengembangan desain awal, pengembangan zonasi tahap akhir pengembangan desain akhir setelah melalui diskusi/meeting dan revisi dari pihak terkait siteplan umum dan siteplan per zona, sketsa dan ilustrasi siteplan umum dan siteplan per zona, gambar potongan dan panel foto softwork panel Tahap Pembuatan Gambar Kerja PD pembuatan gambar akhir yang menjadi acuan dalam pelaksanaan proyek siteplan dengan layoutplan, gambar potongan, detil konstruksi dan material, denah penanaman planting plan lengkap dengan semua spesifikasinya Sumber SFA 2008 Proses perancangan yang diterapkan SFA secara teori tidak persis sama dengan proses perancangan yang dikemukakan oleh Simonds 1983. Standar tahapan yang diterapkan SFA merupakan modifikasi dari standar proses perancangan lanskap seperti yang telah dikemukakan Simonds. Tetapi dalam praktek dan aplikasi standar yang ditetapkan di SFA, tidak jauh berbeda dengan aplikasi teori Simonds yang dapat dilihat dari alokasi tahapan kerja serta produk yang dihasilkan dari masing-masing tahapan tersebut. Fasilitas Peralatan Kerja Dalam kantor SFA terdapat peralatan kerja yang sudah cukup lengkap. Peralatan-peralatan kerja tersebut dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Peralatan Kerja Kantor SFA Jenis Fasilitas Jumlah Server 2 PC 11 Laptop/notebook 2 Laser printer 1 Color printer 1 Plotter 2 Digital Camera 1 Scanner A4 1 LCD Projector 1 Headset Microphone 11 Sumber SFA 2008 Fasilitas kerja yang tergolong hardware sangat membantu dalam proses perancangan maupun komunikasi. Dalam proses perancangan di SFA berorientasi pada peralatan elektronik dan mesin. Hasil gambar grafisnya didominasi olahan komputer. Dibutuhkan spesifikasi komputer yang cukup tinggi high speed dan jumlah yang memenuhi untuk menunjang efektifitas kerja. Untuk mempermudah kegiatan perancangan khususnya dalam produksi gambar maka SFA telah melengkapi fasilitas kerjanya dengan printer dan plotter. Produk gambar yang berukuran kertas

pembuatan gambar kerja dilakukan pada saat